Gaul. denger kata" itu apa sih yang ada di pikiran kita?? hmmm.. emang ada sisi positif-negatifnya sih..sebenernya posting ini ga ngebahas sesuatu yang gaul" gitu sih..cuma mungkin ada sedikit hubungannya.
Barusan gw buka fb temen lama gw, ada yang komen di statusnya, pake gw-lo, biasa lah ya.. Eh setelah gw liat lagi, ternyata yang komen itu adeknya si temen gw itu..omaigatttt... sudah begitu berkembang-kah kampung halamanku sekarang? sampai nilai-nilai kekeluargaan-pun sudah mulai nge-blur. Atau emang gw-nya yang gak gaul??
Buat gw, mungkin juga karena emang ajaran dari keluarga gw untuk saling menghargai dan menyayangi anggota keluarga lainnya, kami saling menyebut diri kami dengan nama. Bahkan kata "aku"-pun terasa asing di keluarga kami. Seingat gw, bahkan ketika kita lagi berantem antar sodara juga ga pernah tuh sebut diri sendiri "aku".
Yahh..mungkin emang keluarga gw yang terlalu tradisional dan gw yang ga terlalu gaul karena merasa itu aneh. Mungkin kalo kejadiannya di Jakarta atau setidaknya di kota-nya Lampung sih gw ga heran. Itu udah biasa. Tapi beberapa kondisi gw temukan di percakapan temen" gw di kampung nun jauh disana..*haha, dasar gw anak kampung.. :D*
Tapi, overall, buat gw sebutan diri apapun itu juga sebenernya ga penting sih. yang penting nyaman aja. Dan gw sangat nyaman dengan menyebut nama gw "dIKa" di depan keluarga dan orang-orang yang cukup dekat lainnya. Rasanya dengan menyebut diri seperti itu membuat gw lebih dekat dengan orang yang gw ajak bicara.. :) Dan gw harap tradisi menyebut diri seperti ini tidak hilang di keluarga gw dan generasi" selanjutnya.. ^^
^dIKaSayangIbuAyahQQNtaMas^
Rabu, 16 Juni 2010
Langganan:
Posting Komentar (Atom)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar